Kamis, 30 Agustus 2018

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Pada saat ini, kita memasuki waktu yang disebut dengan generasi milenial, yaitu generasi yang berumur 17 sampai 37 tahun pada tahun-tahun ini.
    Generasi ini dapat dikatakan sebagai gen spesial, karena mereka adalah generasi yang paling dapat menyatu dengan perkembangan zaman, khususnya teknologi.
Namun, siapakah golongan yang paling berperan di era Milenial? Mahasiswa. Mahasiswa adalah golongan yang paling muda, paling kritis, dan paling mengerti terkait perkembangan di dunia ini.
Ada berbagai jenis mahasiswa:
1. Akademis, yaitu mahasiswa yang cenderung mementingkan urusan perkuliahan
2. Aktivis, yaitu mahasiswa yang cenderung mementingkan urusan sosial
3. Apatis, yaitu mahasiswa yang tidak peduli dengan urusan kuliah dan tidak peka terhadap masalah sosial(cuek)
4. Hedonis, yaitu mahasiswa yang suka hura-hura(fun lover).
    Sebagai mahasiswa Indonesia, kita memiliki peranan yang sangat penting untuk memajukan negara Indonesia kita ini. Namun dengan banyaknya mahasiswa apatis dan hedonis hal itu sulit terlaksana .
    Agar dapat melakukan tugas dan peranannya di era ini, haruslah menjadi mahasiswa yang idealis, yaitu menjadi mahasiswa yang aktivis dan akademis.
    Ketika mahasiswa telah memiliki karakter idealis, ia dapat dikatakan sebagai mahasiswa yang berhasil bagi dirinya sendiri dan dapat membantu kemajuan bangsa ini.
    Untuk menjadi sukses, harus memiliki semangat juang yang tinggi dan sikap pantang menyerah. Ibarat seorang penyelam yang hendak mencari mutiara di dasar laut. Ketika berada di permukaan, ia menarik nafas dan masuk ke dsar laut untuk mencari mutiara. Ketika mulai kehabisan nafas, ia kembali ke permukaan untuk mengambil nafas dan kembali lagi ke dasar laut untuk mencari, begitu pula seterusnya sampai ia mendapatkan mutiara yang diinginkan nya.
    Pada dasarnya, untuk meraih ilmu pengetahuan ada modalnya, yaitu kecerdasan, semangat dan tekad, ketabahan dan kesabaran, dan bimbingan yang baik.
    Sebagai mahasiswa, selain kritis dalam kegiatan akademik dan sosial, haruslah juga memiliki sifat religius. Jika mahasiswa telah memiliki karakter aktivis, akademis, dan religius, ini syaa Allah dapat memajukan negeri ini menjadi lebih baik lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar